Pages

Saturday, September 10, 2011

Mengurangi Sampah Plastik Rafia : Tali Batang Pisang

Banyak sekali macam sampah plastik di sekitar kita, salah satunya adalah tali rafia. Sudah lama aku ingin menguranginya. Antara lain dengan tidak membuang tali rafia yang kudapat (dari tukang jual pisang, atau dari pengikat paket kiriman dari saudara/teman). Yang kudapat dari tukang pisang biasanya kukembalikan ke yang bersangkutan untuk dipakai lagi menggantung si pisang. Sedangkan potongan-potongan rafia yang lain kuikat-sambung sehingga kalau memerlukannya tinggal potong seberapa panjang.
Ada satu lagi yang sudah lama ingin kulakukan, tapi belum kesampaian karena tak memiliki bahannya : tali dari batang pisang! Ini juga berhubungan dengan 'romantisme' masa kecil : ikut Mama belanja di pasar dan menyaksikan barang belanjaan dibungkus dengan daun jati lalu diikat tali batang pisang. Cantik sekali.
Akhir bulan lalu bertepatan kami mengunjungi Oma di Jasinga, ada sebatang pohon pisang sepanjang kira-kira limapuluh centimeter yang teronggok di tanah. Batang pisang itu boleh kuminta dan bawa pulang ke rumah. Asyiik! Inilah saatnya aku menunjukkan ke Donna bagaimana orang dulu mendapatkan tali dari batang pisang, sekaligus ramah lingkungan. Awalnya Donna protes :"Kenapa pohon pisangnya ditebang?"
Setelah dia tahu bahwa itu berasal dari pohon pisang yang tak lagi produktif, dia semangat sekali untuk segera membuatnya setiba kami di rumah. Cara membuatnya sangat sederhana. Begini:
Buang dulu kulit bagian luar yang sobek-sobek sampai bersih.
Kupas batang pisang pelan-pelan dari salah satu sisi lembaran.
Kupas terus sampai ke bagian intinya.
Inilah bagian inti batang pisang yang tak bisa kita buat jadi tali.
Bisa dipakai untuk main "masak-masakan" :)
Jemur lembaran-lembaran batang pisang sampai kering.
Ketika sudah kering kira-kira begini bentuknya. Memang tidak serempak keringnya, tergantung ketebalan masing-masing lapisan. Tentunya jangan sampai terlalu kering (akan mudah remuk), cukup kering tapi masih lentur ketika ditekuk.
Lembaran yang sudah kering tadi bisa kita 'sobek' selebar tali rafia.
Ini sebagian tali batang pisang yang sudah jadi. Kami menyebutnya tali gedebog (artinya batang pisang, dalam Bahasa Jawa).
Salah satunya langsung kupakai untuk menggantung pisang :D

7 comments:

Moi Kusman said...

Ini yang aku senang berteman dengan ibu2 praktisi home education. Sederhana tapi sangat membumi. Terima kasih Ratna sayang! *hugs*

Lala Rembrandt said...

Mbak Ratnaaa... ini aku yang nggak pernah kepikiran atau memang kurang kepedulian ya >.< terima kasih inspirasinya. *peluk*..... *peluk mbak Moi jugaaaa*

Ratna's Wonderful Life said...

Makasih Mbak Moi & mbak Lala atas pelukan sayangnya *peluk erat ^_^

ve said...

Keren banget banget!!! :D So inspiring!!! :D

Ratna's Wonderful Life said...

makasih ya ve, salam kenal :)

{Eka} said...

Inspiring!!! *niat berburu gedebok pisang di pinggir sungai deket rumah :P Makasih, Sis!

Ratna's Wonderful Life said...

iya sis Eka, paling pas kalau bisa nebang untuk panjang kira2 1 meter-an
Aku di tag ya kalau udah jadi :)