Pages

Thursday, June 7, 2012

International Story Telling Contest 2012, behind the scene

Tanggal 2 Juni 2012 yang lalu Donna dan Papanya mengikuti International Story Telling Contest 2012, yang diselenggarakan oleh sekolahnya, Blossom International School. Dewan juri terdiri dari Ms Seen Young Park (UNESCO), Ms Sri Sulastini (TEFLIN), Ms Ismail Luz (Pearson), Ms Wong Mei Mei (Pelangi Books) dan seorang pengarang, yg saya lupa namanya.
Acara ini memang lomba bercerita duet Ayah & Anak. Kalau Ayah tidak hadir, bisa diwakilkan oleh anggota keluarga yang lelaki.
Awalnya, kami pikir kami yang mencari cerita sendiri untuk lomba itu. Dan kami pun sudah memilih cerita "The Mouse's Marriage" sekaligus merancang alat bantu untuk bercerita.
Ternyata beberapa minggu kemudian kami baru tahu kalau Donna yang diminta memilih satu dari beberapa judul buku cerita yang sudah ditentukan. Dan Donna pun memilih cerita berjudul "Marcel and the Mona Lisa" karya Stephen Rabley.
Ceritanya adalah seekor tikus Perancis bernama Marcel yang adalah juga detektif, yang memergoki pencurian lukisan Mona Lisa dari Museum Louvre Paris oleh penjaga baru museum tersebut. Dan mulailah Marcel berpetualang mengikuti lukisan tersebut dan bersembunyi di tas hitam milik sang pencuri. Sampai akhirnya Marcel berhasil membuat kehebohan di rumah bos sang pencuri dengan menjatuhkan lilin yang membakar karpet, sehingga Marcel pun dapat melarikan lukisan tersebut. Lalu Marcel memasukkan gulungan lukisan tersebut ke kotak pos kantor Polisi yang ditemuinya. Dan akhirnya lukisan tersebut bisa kembali ke Museum Louvre di Paris.
Maka kami pun memikirkan ulang alat bantu  yang sesuai dengan cerita dari buku ini.
Saya membuat tas hitam dari bahan karton manila hitam, bekas dari suatu acara kantor suamiyang sudah tak terpakai. Tas ini berperan penting, karena selain untuk menyimpan lukisan curian, tas ini juga menjadi tempat bersembunyi Marcel. Lalu saya berpikir mau membuat kotak pos, di mana Marcel nanti akan memasukkan lukisan curian ini. Tapi suami saya punya ide lebih baik: bagian belakang tas hitam dijadikan sebagai kotak pos, sehingga tak terlalu banyak barang yang musti dibawa ke panggung.
Untuk lilin yang dipakai untuk membuat kebakaran di rumah bos sang pencuri, kami menggunakan bekas hiasan natal yang berbentuk lilin.
Bisa dibilang semua adalah barang-barang bekas. Alat bantu yang bukan berupa barang bekas hanyalah print out lukisan Mona Lisa dan boneka jari untuk tokoh Marcel dan Celine temannya. Boneka jari itu sudah lama kami beli dari suatu acara.
Saya minta Donna dan Papanya untuk masing-masing membaca buku itu dan mengerti. Tak perlu hafal.
Proses latihannya berjalan santai dan penuh gurauan. Saya minta Donna bercerita kepada "orang lain" yang sama sekali tidak tahu jalan cerita dari buku tersebut. Jadi bisa dibilang tidak ada kalimat yang musti dia hafalkan. Waktu itu Donna terbahak-bahak melihat papanya berjalan gaya Moonwalk untuk adegan berjalan. Juga ketika papanya beride bersiul untuk menggambarkan bunyi radio yang didengar Marcel selama perjalanan.
Cerita itu komplit sekali, sekitar 6-7 menit. Ternyata kami baru tahu bahwa masing2 peserta dibatasi oleh waktu presentasi, maksimal 5 menit, kira-kira semingguan sebelum hari H.
Kemudian kami berdiskusi, bagian mana saja yang tidak perlu, dan kami buang. Hasilnya total waktu yang diperlukan hanya sekitar 4 menit sekian detik.
Saya sebagai 'penonton' dan pemegang stopwatch ketika mereka latihan, sekaligus kritikus.
Akhirnya hari H tiba. Donna sebagai peserta pertama dari category 5 (8-12 years old).Pagi harinya Donna sempat gelisah. Untung kiriman buku cerita pesanan Donna datang tepat pada waktunya, cukup bisa membantu meredakan ketegangannya. Semuanya berjalan lancar, walau ada sedikit gangguan ketika salah satu lemari stand sponsor jatuh. Tapi secara menyeluruh penampilan mereka sangat menyedot perhatian. Begini kira-kira adegan di panggung :

Dan akhirnya mereka pun meraih juara pertama :D
Selain piala, mereka pun berhak atas hadiah ini :
Sayang penampilan mereka yang sudah saya rekam di kamera tak dapat disaksikan karena ada problem di memory cardnya. Untuk kenang-kenangan Donna kelak, saya minta mereka melakukan ulang di rumah dan saya rekam. Bisa dilihat di sini ini.



No comments: