Pages

Showing posts with label Binatang. Show all posts
Showing posts with label Binatang. Show all posts

Wednesday, July 30, 2014

TAHURA Bandung, Indonesia

Sudah lama aku tak menulis di sini :)  Biasalah, banyak urusan ini dan itu.
Lebaran hari pertama tahun ini kami berkunjung ke rumah adikku di Bandung, dan kami beramai-ramai pergi ke TAHURA (Taman Hutan Rakyat) atau yang lebih dikenal sebagai Dago Pakar. Jalan-jalan menghirup udara segar. Sayangnya masih banyak perokok di sana, yang merusak suasana. Mustinya kami bisa bebas menghirup udara segar tanpa harus minggir menghindar :( Kapan Bandung bisa mulai menerapkan "Dilarang merokok di tempat Umum"?
Donna dan sepupu-sepupunya beserta Papa, Om & Tante mengunjungi Goa Jepang dan Goa Belanda. Aku dan Liza hanya berjalan pelan dan santai (sering berhenti, menyesuaikan kecepatan Liza, yang berkali-kali menawar untuk kembali ke mobil saja :D) dan tidak mampir ke goa-goa tersebut.




Melihat banyak rontokan bunga dan daun di sepanjang jalan, aku iseng-iseng bikin Compost Art di atas tembok jembatan 
  


Sebelumnya, pas mendekati akhir bulan puasa, kami menginap semalam di Gunung Mas. Menyepi dalam keheningan. Ritual tahunan :D

Membawa serta kura-kura Indian Star kami tercinta ^^
Dia anggota keluarga kami yang nyaris selalu ikut ke mana kami pergi selama lewat jalan darat dan jaraknya tidak terlalu jauh.




Friday, April 11, 2014

Tawon dan Ulat (yang kulihat pagi ini)

Entah mau diapakan larva ngengat ini oleh si tawon. Setahuku tawon tidak makan daging.
Wikipedia:
Mayoritas tawon adalah herbivora yang memakan material tumbuhan seperti buah dan nektar.  Sebagian lainnya seperti tawon raksasa Jepang (Vespa mandarina) adalah omnivora yang juga hidup dengan memakan daging dari serangga lain. Mereka tidak memiliki enzim pencerna khusus pada tubuhnya sehingga tidak bisa mencerna daging mangsanya secara langsung. Untuk mengatasinya, mereka memberikan potongan daging pada larvanya. Larva yang menghasilkan enzim pencerna protein ini akan mengunyah daging tersebut, lalu memuntahkannya kembali kepada tawon dewasa.


Berusaha mengangkat tubuh si ulat berkali-kali.


Akhirnya si ulat di tinggalkan dalam keadaan setengah mati.

Tawon membantu petani karena meletakkan telur-telurnya sebagai parasit di dalam tubuh serangga yang tergolong pest insect.

Sunday, February 5, 2012

Our Pet part two

Piaraan kami lainnya adalah telur keong mas dan kepompong ngengat.

Telur keong Mas yang berwarna putih adalah cangkang telur yang sudah menetas.





Pemandangan yang indah. Satu persatu bayi keong Mas yang berukuran sekitar 1 mm ini meluncur menuju air. Sedari lahir mereka sudah bercangkang, karena sebagai binatang invertebrata Tuhan telah memberikan "rumah" untuk melindunginya.


Makhluk ciptaanNya yang lain yang "mampir" di rumah kami adalah kepompong ngengat, yang kami temukan di dekat pintu. 8 hari kemudian menetas and we have to say good bye...








Bulan Januari yang indah...

Wednesday, February 1, 2012

Our Pet part one

Bulan Januari lalu kami punya tambahan beberapa binatang piaraan, selain tiga kura-kura Brasil kami yg dinamai Sam & Sol (d/h Vanilla & Vanilay :P) dan Chelsea (yang ini baru berumur 3 bulanan).
Sam & Sol, 5 thn
Chelsea, 3 bulan.










Piaraan baru kami yang baru di bulan Januari ini antara lain adalah 8 ekor kecebong.

Lucu sekali, kalau diamati akan terlihat mata dan bibirnya. Mereka kami beri makan pelet kura-kura.







Tak berapa lama mereka pun tumbuh kaki belakangnya, yang awalnya kecil dan belum berfungsi.








Setelah kaki belakangnya menguat, tumbuhlah kaki depannya.







Pelan-pelan ekornya yang tadinya memanjang pun menyusut, dan saatnya kami musti melepaskannya :( satu persatu sesuai kesiapannya sebagai kodok.

Ini adalah jenis kodok pohon, karena ketika kakinya tumbuh lengkap mereka memanjat dinding kandang, dan ketika kami lepas pun mereka melompat ke arah batang dan dedaunan, bukan ke tanah.
Apa sebetulnya perbedaan kodok (frog) dan katak (toad)? Lihat di sini.

Friday, December 30, 2011

Dunia di Mata Anak Usia 7 Tahun

Sudah lama Donna sangat ingin punya kamera sendiri. Akhirnya dua bulan lalu aku wariskan kamera pocketku padanya. Dan inilah selusin foto hasil jepretannya, disajikan tanpa edit (hanya kuperkecil resolusinya).

"Kakiku kotor"

"Hiasan di tempat les lukis"

"Lampu"

"Etalase toko mainan"

"Mamaku sedang memotret kupu-kupu"

"Capung"

"Lonely Bug"

"Little Butterfly"

"Up side down Butterfly"

"Smiley Cat on the Bed"

"Dolls in the cradle"

"Orange Moss"

Saturday, November 19, 2011

Nature Detectives

Mulai dari akhir Oktober 2011 s/d 30 November 2011 aku dan teman-temanku mengumpulkan foto binatang invertebrata (istilah kerennya para Creepy Crawlers) yang ada di sekitar kami. Foto di upload di Facebook, ditambah hasil Googling (kalau ada). Kemudian disatukan di Album Nature Detectives dan jadilah satu bahan pembelajaran yang bisa diakses siapa saja yang memerlukan.
Kenapa aku bikin kegiatan ini? Ada beberapa alasan, antara lain:
- Menumbuhkan kecintaan terhadap hewan-hewan kecil ini, yang oleh sebagian orang mungkin tak pernah disadari kehadirannya, atau bahkan ada yang sampai merasa phobia terhadapnya.
- Mencintai dan makin mengagumi sang Pencipta.
- Mencintai para creepy crawlers berarti mencintai lingkungan (karena mereka akan lenyap jika lingkungan tak bersahabat), lingkungan yang terjaga nantinya menimbulkan kecintaan yang dalam terhadap negeri sendiri.
- Makin banyak mengamati para creepy crawlers ini akhirnya membuatku sadar bahwa: pengetahuanku terhadap mereka sangatlah sedikit :(, banyak sekali serangga yang aku tidak tahu namanya. Aku harus banyak belajar!
- Berharap suatu ketika ada anak negeri yang menjadi ahli serangga tropis. Negeri kita teramat kaya akan jenis serangga. Menguasai serangga juga menguasai pangan, karena tanaman pangan banyak bergantung pada serangga (dan lingkungan yang baik), serangga yang membantu maupun yang mengganggu. Menguasai pangan berarti mandiri, tak terdikte oleh impor bahan makanan. Bahkan menurut beberapa penelitian, serangga juga termasuk bahan pangan yang mengandung protein yang bisa didapat dengan mudah dan murah (tentunya dengan diusahakan tanpa mengganggu keseimbangan alam).

Saturday, April 16, 2011

Blessing In Disguise di Taman Super Mini Kami

Beberapa waktu lalu saya sempat ngobrol dengan temanku Mbak Ann Mariana di Seminarnya Klub Oase. Setelah beberapa kali melihat foto-foto binatang yang saya upload di Facebook, Mbak Ann berpikiran bahwa kami tinggal di tempat berudara sejuk (mungkin bertaman luas he he he).
Ha ha ha sama sekali tidak. Taman di depan rumah kami kuecil sekali kalau gak mau dibilang super mini. Tanamannya pun bukan yang jenis mahal-mahal, dan tak terawat pula. Sibuk & tidak sempat beresin, sebenarnya karena tidak dimasukkan ke dalam skala prioritas, tepatnya karena malas ha ha ha...
Mungkin justru mungkin itulah yang bikin para binatang 'betah' dan kami dapat 'bahan ajar' yang asli beneran. Blessing in disguise kerennya. Ck...ck...ck...alesannya!
Berikut beberapa foto binatang yang kami lihat/pelihara (tentu waktunya tidak bersamaan) dalam rentang waktu 3tahunan.
Ulat ngengat/moth sedang molting/ganti kulit, moth nya jadinya seperti ini:


Ulat pohon jeruk ini berubah jadi kupu seperti ini:

Sebetulnya ada 2 macam (jantan dan betina, tapi foto yang satunya entah kemana)

Ulat ini lagi mau jadi chrysalis, kupunya seperti ini (beda sekali ya, ulatnya hijau kupunya coklat):


Kupu yang ini kami tolong dari gigitan semut-semut besar dan kami beri madu+air, besoknya sudah bisa terbang lagi (walau kakinya tinggal 4 dari 6).

Ulat ini jadi moth hijau seperti ini:

Naah ketahuan, lagi makan kuncup bungaku!

Atlas moth lagi ngeringin sayapnya, rentang sayap dari ujung ke ujung sekitar 30 cm. Besar ya...

Ini banyak kami lihat waktu musim hujan, mating snails.

Telur praying mantis menetas, baby nya menggelantung sejenak sampai kuat. Kecil-kecil, dari jauh seperti semut rang-rang. Warnanya coklat kemerahan dan kakinya bergaris-garis.

Ini baby praying mantis yang udah agak gedean, warnanya mulai berubah jadi hijau seperti induknya.

Makhluk ini juga suka jalan-jalan kemana-mana, masuk ke rumah, ke kamar...

Slug, semacam bekicot tanpa cangkang, sehingga badannya mudah lolos lewat lubang selebar tusuk gigi sekalipun.

Spiderlings alias anak-anaknya laba-laba, itu yang tampak putih-putih kecil-kecil banyak sekali.
Sedang apa ya dia di pohon cemara kami? Mestinya sih lagi nyari makan. Makanannya ini lho.