Pages

Tuesday, March 20, 2012

Doll's Dream

Minggu kemarin Donna ikutan Yamaha Piano Competition Junior A (di mana tahun lalu dia menjadi juaranya). Tahun ini bersamaan waktunya dengan dimulainya Exam Week di sekolahnya. Memang konsentrasi agak terpecah, tapi lumayan, dapat juara Harapan Kedua. Ada kesalahan sedikit ;)
Tapi aku bangga padanya. Cuman sayangnya aku lupa membawa Memory Card di dalam kameraku sehingga tak terdokumentasikan. Ini adalah permainannya untuk lagu yang dipertandingkan, Doll's Dream karya Theodore Oesten, yang dimainkan di rumah.

Wednesday, March 14, 2012

e-KTP & Miracle

Sabtu tgl 10 Maret yang lalu aku & Agung membuat e-KTP. Sebetulnya yang mendapat undangan cuma Agung. Maka berangkatlah dia duluan ke kecamatan. Dari sana Agung telpon bahwa punyaku juga bisa diurus sekalian. Maka menyusullah aku dan anak-anak ke kecamatan, walau sebetulnya aku & Liza sedang flu, tidak enak badan.
Sampai di sana antrian ada sekitar 10 orang. Kuajak anak-anak menunggu. Donna bawa bacaan. Liza, yah seperti biasa hanya membawa comforter buku dari kain yang berbordir, tak bisa berbuat lainnya.
Ketika giliran Agung, Donna ikut menonton prosesnya, tampak senang banget dia. Waktu giliranku, aku minta Donna jaga Liza sebentar, tapi dia ngotot mau lihat prosesku juga. Setelah selesai kami keluar ruangan untuk menjemput Liza. Dan kami saksikan pemandangan yang memilukan : Liza tergeletak tiduran di lantai, sambil ditonton para penunggu! Betapa sedihnya hatiku. Cepat-cepat kami meminta Liza bangun dan pulang. Pikiranku kacau, aku marah pada Donna yang tidak mau menjaga Liza sebentar saja.
Ketika hampir sampai pintu keluar, aku dipanggil kembali oleh petugas, karena komputer rusak sehingga proses pengambilan dataku musti diulang lagi. Maka aku kembali mengeluarkan KTPku yang lama dan duduk di kursi ruang dalam lagi. Hati sedih + flu membuatku tak bisa berpikir jernih. Di situlah dimulai persoalan yang yang membuatku stress beberapa hari : KTPku ketinggalan.
Hari Minggu aku baru teringat aku belum mengambil KTPku yang kuletakkan di meja petugas kecamatan. Kuputuskan hari Senin pagi aku akan mengambilnya segera.
Hari Senin aku tak bisa ke kecamatan pagi-pagi, karena Liza (juga aku) masih flu, dia tertidur lagi setelah mandi & sarapan. Akhirnya aku sampai di kecamatan sekitar pk 10.15. Setelah tanya sana sini (karena petugasnya berbeda dengan yang hari Sabtu) akhirnya ada seorang petugas yang mengaku memberikan KTPku itu kepada penduduk sesama perumahanku (aku blok H dan dia di blok G) untuk titip diberikan kepadaku. Astagaaa...aku sampai bengong tak tahu harus apa.
"Tunggu aja bu, satu dua hari ini, katanya mau diantar ke rumah ibu".
Setelah pulang di rumah, hatiku tak juga bisa tenang, pikiranku sangat galau. Aku balik lagi ke kecamatan, tentu dengan selalu membawa serta Liza (Agung di kantor & Donna di sekolah) yang dengan terpaksa kutinggal di mobil di parkiran. Aku agak memaksa minta nama & alamat si pembawa KTPku itu. Karena data disimpan di komputer atasan si petugas, maka kami menjelaskan kepada atasan tsb alasanku meminta data nama & alamat. Sang atasan menegur si petugas kenapa bisa memberikan KTP orang begitu saja kepada orang lain dan menegurku kenapa KTP bisa ketinggalan. Akhirnya didapat alamat tsb. Buru-buru aku jemput Donna karena sudah lewat waktunya dan lagi harus melewati kemacetan parah di jalan dekat sekolahannya. Donna menanyakan sudahkah KTPku ditemukan di kecamatan, yang kujawab belum, plus rentetan kekesalan kenapa dia tak mau menjaga LIza sebentar saja waktu itu. Lalu ku drop dia di tempat les gambarnya karena aku mau mencari alamat si pemegang KTPku.
Setelah menemukan alamat tsb dan kugedor-gedor berkali-kali tanpa ada sambutan, kuputuskan untuk menjemput Donna dari les gambarnya untuk nanti kembali ke situ lagi. Sorenya setelah dari jemput les Donna dan menggedor-gedor alamat itu lagi, kebetulan ada anak tetangganya keluar yang mengatakan si ibu M sudah lama tak tinggal di situ lagi, pindah entah ke mana. Rasa putus asa langsung mendera.
Malamnya ganti Agung yang mencoba menggedor-gedor alamat tsb, dan setelah bertanya pada Satpam diketahui si ibu M ini pindah agak jauh dari situ walau masih blok G juga. Malam itu juga aku & Agung bergantian mencoba mencari. Rumah yang ditunjukkan Satpam tak membuka pintu juga ketika diketuk, dan ada sebuah warung bernama sama dengan ibu M di dekat situ. Kuputuskan besok pagi mencari lagi karena sudah capek sekali dan flu terasa memburuk. Malam itu aku tidur dengan badan meriang dan pikiran stress. Pk 01.30 ketika aku terbangun, Donna menyentuhku, "Mama...". Aku tersadar, anak ini pasti didera perasaan bersalah sehingga tak bisa tidur. "Kamu gak bisa tidur ya? Ayo tidurlah, gak ada yang bisa kita lakukan sekarang, tidur saja, kalau tidak kamu nanti ikutan flu seperti Mama & cicik". Barulah dia tertidur.
Pagi-pagi berpayung dibawah hujan sangat lebat dan berangin aku mulai mendatangi warung yang kemarin, tapi ternyata bukan ybs. Rumah yang ditunjuk Satpam akhirnya kudatangi, betul ada ibu M tapi sedang antar anaknya sekolah, agak siang baru pulang. Agak siang kudatangi kembali, akhirnya kudapat kembali KTPku. Legaa sekali. Aku bersyukur mencarinya, tidak menunggu di rumah seperti saran si petugas kecamatan. Karena dari percakapan dengan si ibu M, sepertinya dia memang tidak berniat mencari alamatku untuk menyampaikan KTPku itu.
Siangnya ketika menjemput Donna segera kusampaikan berita gembira itu. Dengan mata berbinar dia berkata "Last night I prayed all night long for you and your ID card. I know God has many miracle for us. He always has."
Aku terharu dan merasa malu.

Friday, February 10, 2012

Buku yang Diawali dengan Judul "The Secret ..."

Beberapa minggu terakhir ini Donna sedang membaca 3 buah buku (yang satu sudah selesai, yang satu sedang dibaca, dan yang satu baru akan dibaca). Yang lucu adalah ketiga buku tersebut diawali dengan judul "The Secret ..."
Yang pertama (sudah selesai) adalah yang berjudul "The Secret Garden", buku klasik karya Frances Hodgson Burnett.

Cerita ini bisa dilihat di Wikipedia.
Dan berhubung copy right dari buku ini sudah habis, buku ini bisa dibaca bebas di Project Gutenberg.
Tapi saya masih termasuk old fashioned lady hohoho..., lebih suka membaca buku secara fisik, yang terbuat dari kertas. Untunglah Donna suka keduanya, virtual book maupun physical book :P

Yang kedua adalah serial "The Secret Seven" alias Sapta Siaga, karya Enid Blyton, buku klasik juga. Buku yang sebelah kiri sedang dibaca, sedangkan yang kanan belum sempat dibaca).

Sebuah kebetulan, ketiganya berjudul "The Secret ..."

Sunday, February 5, 2012

Our Pet part two

Piaraan kami lainnya adalah telur keong mas dan kepompong ngengat.

Telur keong Mas yang berwarna putih adalah cangkang telur yang sudah menetas.





Pemandangan yang indah. Satu persatu bayi keong Mas yang berukuran sekitar 1 mm ini meluncur menuju air. Sedari lahir mereka sudah bercangkang, karena sebagai binatang invertebrata Tuhan telah memberikan "rumah" untuk melindunginya.


Makhluk ciptaanNya yang lain yang "mampir" di rumah kami adalah kepompong ngengat, yang kami temukan di dekat pintu. 8 hari kemudian menetas and we have to say good bye...








Bulan Januari yang indah...

Wednesday, February 1, 2012

Our Pet part one

Bulan Januari lalu kami punya tambahan beberapa binatang piaraan, selain tiga kura-kura Brasil kami yg dinamai Sam & Sol (d/h Vanilla & Vanilay :P) dan Chelsea (yang ini baru berumur 3 bulanan).
Sam & Sol, 5 thn
Chelsea, 3 bulan.










Piaraan baru kami yang baru di bulan Januari ini antara lain adalah 8 ekor kecebong.

Lucu sekali, kalau diamati akan terlihat mata dan bibirnya. Mereka kami beri makan pelet kura-kura.







Tak berapa lama mereka pun tumbuh kaki belakangnya, yang awalnya kecil dan belum berfungsi.








Setelah kaki belakangnya menguat, tumbuhlah kaki depannya.







Pelan-pelan ekornya yang tadinya memanjang pun menyusut, dan saatnya kami musti melepaskannya :( satu persatu sesuai kesiapannya sebagai kodok.

Ini adalah jenis kodok pohon, karena ketika kakinya tumbuh lengkap mereka memanjat dinding kandang, dan ketika kami lepas pun mereka melompat ke arah batang dan dedaunan, bukan ke tanah.
Apa sebetulnya perbedaan kodok (frog) dan katak (toad)? Lihat di sini.

Sunday, January 22, 2012

Unlimited Passionate Learning Process

Diawali dari betapa banyak kali aku merasa "melukai" niat belajar Donna.
Niatnya belajar Ancient Egypt dan hieroglyph : "Yah waktunya sudah gak ada Donna, kamu musti ngerjain PR A, B, C dari sekolah". :(
Lain waktu : "Ma aku mau bikin lapbook tentang belalang. Aku mau memotret belalang di sekitar kita". "Besok-besok ya Donna, kan besok musti ngumpulin tugas ini dan itu". :((
Tak terhitung aku harus menghentikan keasikannya membaca, baik ketika membaca buku fiksi maupun non fiksi :'(, sudah malam besok gak bisa bangun pagi-pagi ke sekolah, masih banyak PR, dll.
Ya ampuun...aku juga tersiksa sekali dengan keadaan ini. Walaupun aku tidak menekan Donna dalam masalah sekolah dan nilai, tetap saja tugas dan PR sekolah tentu menyita waktu.
Di sekolah juga ada pelajaran yang menurutku "tidak berguna" yakni Sempoa. Untuk apa? Aku tidak ingin menjadikan anakku kalkulator. Jawaban sekolah bahwa itu untuk balancing otak kiri dan kanan, Donna sudah belajar piano (baca not balok & main piano, otak kiri & kanan). Balancing dengan cara yang menyenangkan. Belum lagi PR Sempoa sangat menyita waktu. :(
Ada lagi PR yang menghabiskan waktu : Menulis Halus. Tulisan tangan Donna sudah bagus untuk anak usia 7 th. Tapi sekolah adalah tempat belajar yang umum, kalau ada temannya yang belum bagus tulisannya tentu sekelas dapat PR menulis halus semua. :(
Di sisi lain aku meyakini bahwa Passion + Focus = Masterpiece.
Dan pencerahan dari temanku Devi Sutarsi tentang "Jack all of trades, master of none" menambah keyakinan & kemantapan diriku : Home Education!
Tapi aku tetap harus mempersiapkan segalanya. Terutama dalam makin memandirikan Liza sebanyak mungkin, sehingga aku punya waktu lebih banyak untuk dibagi ke Donna. Terus terang hal ini tidak mudah. Sebenarnya Donna juga sudah tak sabar , "Kenapa aku harus menunggu lulus SD dulu untuk memulai homeschooling?"
Sabar.Sekarang Donna kelas 3 SD. Waktunya akan tiba, di mana Donna bisa mengalami Unlimited Passionate Learning Process.