Senang dan lega, kami sekeluarga bisa menyambut komuni bersama tiap ke gereja.
Sunday, September 7, 2014
Komuni Pertama Donna
Setelah beberapa tahun lalu Liza mendapatkan komuni pertamanya, tgl 22 Juni 2014 lalu giliran Donna.
Senang dan lega, kami sekeluarga bisa menyambut komuni bersama tiap ke gereja.
Senang dan lega, kami sekeluarga bisa menyambut komuni bersama tiap ke gereja.
Wednesday, July 30, 2014
Donna's Fifth Statement of Accomplishment from Coursera
Awal Juli lalu Donna mendapatkan Statement of Accomplishment yang kelima dari Coursera. Kali ini dia mengambil Ancient Nubia course, yang diselenggarakan oleh Emory University. Hasilnya nyaris 100%, skor yang dia dapat 98,8%. Ada kesalahan yang dikarenakan kurang teliti. Tapi biarlah ini menjadi pelajaran baginya, karena ketelitian merupakan hal yang penting juga dalam hidup ini.
TAHURA Bandung, Indonesia
Sudah lama aku tak menulis di sini :) Biasalah, banyak urusan ini dan itu.
Lebaran hari pertama tahun ini kami berkunjung ke rumah adikku di Bandung, dan kami beramai-ramai pergi ke TAHURA (Taman Hutan Rakyat) atau yang lebih dikenal sebagai Dago Pakar. Jalan-jalan menghirup udara segar. Sayangnya masih banyak perokok di sana, yang merusak suasana. Mustinya kami bisa bebas menghirup udara segar tanpa harus minggir menghindar :( Kapan Bandung bisa mulai menerapkan "Dilarang merokok di tempat Umum"?
Donna dan sepupu-sepupunya beserta Papa, Om & Tante mengunjungi Goa Jepang dan Goa Belanda. Aku dan Liza hanya berjalan pelan dan santai (sering berhenti, menyesuaikan kecepatan Liza, yang berkali-kali menawar untuk kembali ke mobil saja :D) dan tidak mampir ke goa-goa tersebut.
Lebaran hari pertama tahun ini kami berkunjung ke rumah adikku di Bandung, dan kami beramai-ramai pergi ke TAHURA (Taman Hutan Rakyat) atau yang lebih dikenal sebagai Dago Pakar. Jalan-jalan menghirup udara segar. Sayangnya masih banyak perokok di sana, yang merusak suasana. Mustinya kami bisa bebas menghirup udara segar tanpa harus minggir menghindar :( Kapan Bandung bisa mulai menerapkan "Dilarang merokok di tempat Umum"?
Donna dan sepupu-sepupunya beserta Papa, Om & Tante mengunjungi Goa Jepang dan Goa Belanda. Aku dan Liza hanya berjalan pelan dan santai (sering berhenti, menyesuaikan kecepatan Liza, yang berkali-kali menawar untuk kembali ke mobil saja :D) dan tidak mampir ke goa-goa tersebut.
Melihat banyak rontokan bunga dan daun di sepanjang jalan, aku iseng-iseng bikin Compost Art di atas tembok jembatan
Sebelumnya, pas mendekati akhir bulan puasa, kami menginap semalam di Gunung Mas. Menyepi dalam keheningan. Ritual tahunan :D
Membawa serta kura-kura Indian Star kami tercinta ^^
Dia anggota keluarga kami yang nyaris selalu ikut ke mana kami pergi selama lewat jalan darat dan jaraknya tidak terlalu jauh.
Friday, May 16, 2014
Statement of Accomplishment Donna yang Keempat
Akhirnya Statement of Accomplishment Donna yang keempat yang ditunggu-tunggu datang juga, dari University of Alberta lewat Coursera pembelajaran Dino 101, dan mendapatkan score 96.7%
Ketika diwawancara oleh staf dari University of Alberta itu Donna menyatakan keinginannya melanjutkan kuliah di sana.
Aku bilang aduh ongkos ke sana itu aja mahal sekali, belum nanti biaya hidup dan biaya kuliahnya itu. Kami belum tentu sanggup.
Semoga selalu ada jalan terbuka untuknya. Amin.
Ketika diwawancara oleh staf dari University of Alberta itu Donna menyatakan keinginannya melanjutkan kuliah di sana.
Aku bilang aduh ongkos ke sana itu aja mahal sekali, belum nanti biaya hidup dan biaya kuliahnya itu. Kami belum tentu sanggup.
Semoga selalu ada jalan terbuka untuknya. Amin.
Sunday, May 4, 2014
Komunitas Coursera Indonesia
Ada komunitas Coursera Indonesia yang bertujuan mengembangkan komunitas belajar Coursera di Indonesia, namanya IDCourerians.
Biasanya anggotanya bertemu sebulan sekali, untuk belajar dan berbagi bersama. Tak ada ekslusivitas, semua anggotanya senang jika makin banyak yang bergabung.
Semoga nanti pertemuan bulan Mei ini kami bisa ikutan MeetUp yang pertama untuk kami.
Saturday, May 3, 2014
Belajar Lewat coursera.org
Sudah ada 4 online course yang Donna ambil dari coursera.org. 3 course sudah mendapatkan Statement of Accomplishment, yang satu masih dalam proses grading (Dino 101)
Pengalaman pertama aku ceritakan di sini. Di sini dia belajar pertama kali secara online tentang arkeologi. Untuk yang proses awal ini Donna masih aku dampingi untuk mengerjakan assignmentnya, karena dia masih penyesuaian. Untuk selanjutnya benar-benar Donna sendiri yang menangani, dari mulai memilih course yang dia maui, enroll, kapan mulai, kapan deadline untuk quiz ataupun assignment, menjawab quiz dan mengerjakan assignment. Semuanya dilakukannya sendiri. Kalau ada yang tidak tahu dia akan bertanya (kepada kami atau internet, karena pengetahuan kami pun terbatas sangat).
Selanjutnya setelah lulus yang pertama ini, dia menjadi ketagihan. Karena cara belajarnya menyenangkan, bisa diakses kapan saja dan dibawakan secara menyenangkan pula oleh pengajar yang bergelar profesor. Berbeda banget dengan pengalaman kuliahku dulu :( . Dulu para profesor biasanya ditakuti, tidak ramah kepada mahasiswanya, menjelaskan bahan kuliah pun lebih terkesan sulit daripada jelas. Benar-benar berbeda.
Lalu Donna pun enroll sendiri segala macam online course yang dia mau sekaligus!!. Aku peringatkan waktunya tidak akan cukup, bisa-bisa gagal semua. Belum lagi karena dia masih sekolah tentu dia ditimbuni segala macam PR dan Projects yang kadang jumlahnya tidak masuk akal. Belum lagi ujian piano dan kompetisi yang dia ikuti tentu memerlukan waktu berlatih yang lumayan menyita hari-harinya. Dan benarlah demikian. Donna keteteran. Satu persatu online course yang dia ikuti dia batalkan. Tinggal 1 yaitu Dino 101 yang dia suka sekali. Tapi langkah ini sudah terlambat, karena ada beberapa quiz dari Dino 101 ini yang sudah terlanjur dapat score rendah dan tidak bisa diulangi lebih dari 2 kali.
Akhirnya ketika waktunya statement of accomplishment keluar, dia tidak mendapatkannya, karena total scorenya kurang nol koma sekian dari minimal 80%. Dia agak kecewa. Tapi belajar banyak dari kejadian ini. Bahwa waktu dan tenaga kita ada batasnya. Lalu pelan-pelan kutanya, mau mengulang lagi? Dengan mengulang mungkin dia jadi bisa mempunyai pengertian yang lebih baik dan kemungkinan bisa mendapatkan statement of accomplishment. Tapi kalau tak mau ya tak apa-apa juga. Ternyata dia mau. Dia menunggu-nunggu saat mulainya. Lalu perkuliahan yang mustinya berlangsung selama 12 minggu dia selesaikan semua ujiannya hanya dalam waktu hampir 2 minggu saja. Kata Donna, karena aku sudah tahu sebagian besar (walau ada perubahan sedikit katanya). Dino 101 ini baru selesai sebulan lalu proses perkuliahannya, jadi Donna masih menunggu proses gradingnya.
Selama menunggu (karena Dino 101 yang kedua diselesaikan hanya dalam waktu 2 minggu dari seharusnya 12 minggu) Donna ikut Fundamental English Writing course dan mendapatkan statement of accomplishment dan Exploring Beethoven's Piano Sonata course.
Ini dia statement accomplishmentnya:
Yang mengenai Beethoven Sonata ini Donna mengakui mengalami kesulitan. Bayangkan, dia belum pernah belajar satupun sonatanya Beethoven selama ini. Tapi kuakui luar biasa usahanya, dia berjuang menjawab semua quiznya, melihat video kuliahnya berkali-kali, masih ditambah googling dan Youtube, sampai menit-menit terakhir deadline, walau dia tetap merasa kesulitan. Akhirnya ketika coursenya selesai dia bilang dia tidak yakin mendapatkan statement of accomplishment, karena dia merasa kesulitan sekali.
Kubilang ya tak apa. Mau ngulang lagi atau nanti kapan-kapan ketika merasa perlu?
Dan dia memilih 'tar kapan-kapan kalau aku merasa perlu'.
Dan kami semua merasa surprise ketika akhirnya Statement of Accomplishment atas namanya keluar!
Ketika aku cerita ke guru pianonya, guru pianonya merasa terkejut, kenapa ikut yang Sonatanya Beethoven? Sonata Beethoven itu tak beraturan, entah karena terlalu jenius atau gila, benar-benar sulit untuk dipahami. Mustinya ikut yang Haydn dulu.
Begitu katanya. Rupa-rupanya Donna tidak cerita ataupun bertanya ke guru pianonya.
Ketika kusampaikan pada Donna apa kata guru pianonya, begini jawabnya:
Kalau Haydn sih gampang, karena dia orang kaya yang hidupnya sangat teratur, jadi karyanyapun sangat menurut aturan. Beda jauh dengan Beethoven yang mencipta dengan keadaan tuli sehingga kadang dia musti menggigit senar piano untuk merasakan getarannya.
Demikian katanya. Aku sendiri terus terang kurang tahu hahahaha...lagian di coursera memang adanya 'Exploring Beethoven's Sonata' bukan 'Exploring Haydn's Sonata' sampai saat ini.
Dan sambil menunggu statement of accomplishment dari Dino 101, kami dikirimi email: jikalau peserta Dino 101 ini berusia 6 s/d 16 th apakah bersedia menerima interview untuk riset pengembangan selanjutnya dari University of Alberta Canada (penyelenggara Dino 101 course). Hasil interview akan dirahasiakan, hanya untuk ketua riset yaitu Dr. Catherine Adams dari Department of Secondary Education, Faculty of Education dan asistennya. Nama murid akan disamarkan. Peserta riset adalah yang sudah lulus Dino 101 ini.
Interview melalui Skype sudah dilakukan semalam dengan sangat menyenangkan. Sebagian besar Donna sendiri yang menjawabnya. Periset menyatakan ketakjubannya, bahwa ternyata, Dino 101 (ilmu paleontology/ mengenai dinosaurus) yang didesain dan ditujukan untuk pelajar dewasa (mahasiswa) ternyata banyak diikuti oleh anak-anak , yang sebagian besar adalah Homeschooler. Banyaknya anak-anak yang mengikuti perkuliahan yang diselemggarakan oleh MOOC (Massive Open Online Course) inilah yang mendasari riset ini.
Terus terang online course ini juga bagian dari persiapan Donna untuk menjalankan Homeschool nya kelak, setahun lagi. Semoga dari riset ini bisa dihasilkan kebijakan yang memihak anak-anak, di mana mereka seharusnya berhak mendapatkan proses pendidikan yang terjangkau, menyenangkan dan spesifik sesuai minat dan bakatnya. Aku yakin, tak ada anak yang tak suka belajar jika prosesnya menyenangkan.
Proses pembelajaran yang benar akan membuat sang pembelajar senantiasa 'kehausan' untuk terus meneguk ilmu. Senantiasa membuat sang pembelajar merasa bukan siapa-siapa dan tak tahu apa-apa. Itulah yang dirasakan Donna. Tak akan bisa aku meredamnya (walau terus terang banyak yang mengira itu bagian dari ambisiku...oh nooo :( aku sendiri pontang panting mengikutinya).
Berapa banyak hal yang belum kita pelajari? Tak terhingga...
Pengalaman pertama aku ceritakan di sini. Di sini dia belajar pertama kali secara online tentang arkeologi. Untuk yang proses awal ini Donna masih aku dampingi untuk mengerjakan assignmentnya, karena dia masih penyesuaian. Untuk selanjutnya benar-benar Donna sendiri yang menangani, dari mulai memilih course yang dia maui, enroll, kapan mulai, kapan deadline untuk quiz ataupun assignment, menjawab quiz dan mengerjakan assignment. Semuanya dilakukannya sendiri. Kalau ada yang tidak tahu dia akan bertanya (kepada kami atau internet, karena pengetahuan kami pun terbatas sangat).
Selanjutnya setelah lulus yang pertama ini, dia menjadi ketagihan. Karena cara belajarnya menyenangkan, bisa diakses kapan saja dan dibawakan secara menyenangkan pula oleh pengajar yang bergelar profesor. Berbeda banget dengan pengalaman kuliahku dulu :( . Dulu para profesor biasanya ditakuti, tidak ramah kepada mahasiswanya, menjelaskan bahan kuliah pun lebih terkesan sulit daripada jelas. Benar-benar berbeda.
Lalu Donna pun enroll sendiri segala macam online course yang dia mau sekaligus!!. Aku peringatkan waktunya tidak akan cukup, bisa-bisa gagal semua. Belum lagi karena dia masih sekolah tentu dia ditimbuni segala macam PR dan Projects yang kadang jumlahnya tidak masuk akal. Belum lagi ujian piano dan kompetisi yang dia ikuti tentu memerlukan waktu berlatih yang lumayan menyita hari-harinya. Dan benarlah demikian. Donna keteteran. Satu persatu online course yang dia ikuti dia batalkan. Tinggal 1 yaitu Dino 101 yang dia suka sekali. Tapi langkah ini sudah terlambat, karena ada beberapa quiz dari Dino 101 ini yang sudah terlanjur dapat score rendah dan tidak bisa diulangi lebih dari 2 kali.
Akhirnya ketika waktunya statement of accomplishment keluar, dia tidak mendapatkannya, karena total scorenya kurang nol koma sekian dari minimal 80%. Dia agak kecewa. Tapi belajar banyak dari kejadian ini. Bahwa waktu dan tenaga kita ada batasnya. Lalu pelan-pelan kutanya, mau mengulang lagi? Dengan mengulang mungkin dia jadi bisa mempunyai pengertian yang lebih baik dan kemungkinan bisa mendapatkan statement of accomplishment. Tapi kalau tak mau ya tak apa-apa juga. Ternyata dia mau. Dia menunggu-nunggu saat mulainya. Lalu perkuliahan yang mustinya berlangsung selama 12 minggu dia selesaikan semua ujiannya hanya dalam waktu hampir 2 minggu saja. Kata Donna, karena aku sudah tahu sebagian besar (walau ada perubahan sedikit katanya). Dino 101 ini baru selesai sebulan lalu proses perkuliahannya, jadi Donna masih menunggu proses gradingnya.
Selama menunggu (karena Dino 101 yang kedua diselesaikan hanya dalam waktu 2 minggu dari seharusnya 12 minggu) Donna ikut Fundamental English Writing course dan mendapatkan statement of accomplishment dan Exploring Beethoven's Piano Sonata course.
Ini dia statement accomplishmentnya:
Yang mengenai Beethoven Sonata ini Donna mengakui mengalami kesulitan. Bayangkan, dia belum pernah belajar satupun sonatanya Beethoven selama ini. Tapi kuakui luar biasa usahanya, dia berjuang menjawab semua quiznya, melihat video kuliahnya berkali-kali, masih ditambah googling dan Youtube, sampai menit-menit terakhir deadline, walau dia tetap merasa kesulitan. Akhirnya ketika coursenya selesai dia bilang dia tidak yakin mendapatkan statement of accomplishment, karena dia merasa kesulitan sekali.
Kubilang ya tak apa. Mau ngulang lagi atau nanti kapan-kapan ketika merasa perlu?
Dan dia memilih 'tar kapan-kapan kalau aku merasa perlu'.
Dan kami semua merasa surprise ketika akhirnya Statement of Accomplishment atas namanya keluar!
Ketika aku cerita ke guru pianonya, guru pianonya merasa terkejut, kenapa ikut yang Sonatanya Beethoven? Sonata Beethoven itu tak beraturan, entah karena terlalu jenius atau gila, benar-benar sulit untuk dipahami. Mustinya ikut yang Haydn dulu.
Begitu katanya. Rupa-rupanya Donna tidak cerita ataupun bertanya ke guru pianonya.
Ketika kusampaikan pada Donna apa kata guru pianonya, begini jawabnya:
Kalau Haydn sih gampang, karena dia orang kaya yang hidupnya sangat teratur, jadi karyanyapun sangat menurut aturan. Beda jauh dengan Beethoven yang mencipta dengan keadaan tuli sehingga kadang dia musti menggigit senar piano untuk merasakan getarannya.
Demikian katanya. Aku sendiri terus terang kurang tahu hahahaha...lagian di coursera memang adanya 'Exploring Beethoven's Sonata' bukan 'Exploring Haydn's Sonata' sampai saat ini.
Dan sambil menunggu statement of accomplishment dari Dino 101, kami dikirimi email: jikalau peserta Dino 101 ini berusia 6 s/d 16 th apakah bersedia menerima interview untuk riset pengembangan selanjutnya dari University of Alberta Canada (penyelenggara Dino 101 course). Hasil interview akan dirahasiakan, hanya untuk ketua riset yaitu Dr. Catherine Adams dari Department of Secondary Education, Faculty of Education dan asistennya. Nama murid akan disamarkan. Peserta riset adalah yang sudah lulus Dino 101 ini.
Interview melalui Skype sudah dilakukan semalam dengan sangat menyenangkan. Sebagian besar Donna sendiri yang menjawabnya. Periset menyatakan ketakjubannya, bahwa ternyata, Dino 101 (ilmu paleontology/ mengenai dinosaurus) yang didesain dan ditujukan untuk pelajar dewasa (mahasiswa) ternyata banyak diikuti oleh anak-anak , yang sebagian besar adalah Homeschooler. Banyaknya anak-anak yang mengikuti perkuliahan yang diselemggarakan oleh MOOC (Massive Open Online Course) inilah yang mendasari riset ini.
Terus terang online course ini juga bagian dari persiapan Donna untuk menjalankan Homeschool nya kelak, setahun lagi. Semoga dari riset ini bisa dihasilkan kebijakan yang memihak anak-anak, di mana mereka seharusnya berhak mendapatkan proses pendidikan yang terjangkau, menyenangkan dan spesifik sesuai minat dan bakatnya. Aku yakin, tak ada anak yang tak suka belajar jika prosesnya menyenangkan.
Proses pembelajaran yang benar akan membuat sang pembelajar senantiasa 'kehausan' untuk terus meneguk ilmu. Senantiasa membuat sang pembelajar merasa bukan siapa-siapa dan tak tahu apa-apa. Itulah yang dirasakan Donna. Tak akan bisa aku meredamnya (walau terus terang banyak yang mengira itu bagian dari ambisiku...oh nooo :( aku sendiri pontang panting mengikutinya).
Berapa banyak hal yang belum kita pelajari? Tak terhingga...
Labels:
Education Journey,
Renunganku
Subscribe to:
Posts (Atom)









