Pages

Monday, January 12, 2009

The Beetle





On January 10th 2009 night, we found a beetle in our kitchen. These are the pictures we took that day.

And this is what we get from http://www.goliathus.com/ :
Rhinoceros beetle
The rhinoceros beetles are a subfamily (Dynastinae) of beetles in the family of scarab beetles (Scarabaeidae).They are among the largest of beetles and are so named because of the charactertic horns borne by the males of most species in the group. The male beetles use their horns in mating battles against other males. Their larval stage is long, several years in some species. The larvae feed on rotten wood while the adults feed on nectar, plant sap and fruit. Rhinoceros beetles are also the strongest animals on the planet, proportionally. They can lift up to 850 times their own weight.
Aha! Now we know what kind of beetle we found: a female rhinoceros beetle. Then we let it free outside.

Friday, January 9, 2009

Christmas 2008 and New Year 2009 Holiday





Day One : Curug Cipendok

Tgl 26 desember lalu kami ke Curug Cipendok (setelah sehari sebelumnya bermacet-macet dari Jakarta), hanya setengah jam perjalanan dari Purwokerto my hometown.
This is the best waterfall I've ever seen!
Saking tingginya, dalam jarak kira-kira 100 meter darinya kita pun sudah basah kuyup terkena hempasan airnya yang laksana kabut , luar biasaa..
Tapi Liza hanya jalan sampai 2/3nya, lalu duduk di bebatuan menikmati air terjun dari kejauhan sambil menghirup udara segar dingin dan diiringi titik- titik air gerimis kecil.
Kami sampai di sana sekitar pukul tiga siang, dan satu jam kemudian kita nyaris sudah tak bisa menyaksikan air terjunnya karena tertutup kabut. Menurut orang di sana, kalau kami berkunjung di musim kemarau kami bisa menyaksikan pelangi tiap hari. Wow!








Monday, December 22, 2008

Horee..lulus!


Hasil ujian musik Liza dan Donna tgl 16 nopember yg lalu sudah keluar .
Saya legaa sekali, terutama untuk kelulusan Liza. Kenapa?
Karena pada waktu ujian saat memainkan salah satu repertoire, Liza memainkannya dengan tempo yang terlalu cepat. Diberi kesempatan mengulang sekali lagi pun masih agak terlalu cepat.
Terimakasih sekali untuk ibu penguji yang sabar dan memahami keterbatasan Liza. Di sertifikat kelulusannya ada catatan tentang hal itu : tempo memainkannya agak terlalu cepat.
Itu sebetulnya kesalahan saya yang memilihkan lagu itu untuk Liza. Saya pilih lagu itu (yang bertempo lambat) karena saya pikir lebih mudah bagi jari-jari Liza untuk memainkannya. Padahal saya tahu Liza tidak terlalu menyukai lagu bertempo lambat, dia lebih menyukai lagu yang riang. Selama waktu latihan di rumah maupun di sekolah musik Liza tampaknya oke saja. Pas ujian "balas dendam" dicepetin, ha ha ha...
Saya dapat pelajaran : jangan 'sok' merasa lebih tahu mengenai sesuatu yang berhubungan dengan selera, untuk anak yang kelihatannya cuek seperti Liza sekalipun!
Dan untuk ujian kali ini 'cara baca' not balok untuk Liza diganti. Tadinya memakai visual support buatan saya : dalam satu potong karton hanya ada satu not balok yang sebesar jari kelingking.
Untuk kali ini berupa fotocopy repertoire yang dimainkan Liza. Beberapa kali dicoba akhirnya ukuran yang pas adalah fotocopy dengan pembesaran 210 %. Tapi waktu yang tersisa tinggal satu bulan. Waduh benar-benar membuat saya stress berat.
Fiuuh.. akhirnya bisa dilewati. Next stepnya Liza naik ke Kelompok Musik Anak 4, tentu lebih berat dan sulit. Tapi saya ingat kata-kata ini:
"When you want something, the whole universe conspires to help you to realize your desire" (Paulo Coelho)
Cuman sepertinya saya butuh libur sejenak...

Saturday, December 13, 2008

"it's time for my raincoat and boots"







Itulah kata-kata Donna ketika melihat hujan mengguyur dengan deras. Saya memang menjanjikan dia boleh main air hujan kalau dia tidak sedang sakit. Dan dia tampak begitu menikmati...

Saturday, November 22, 2008

Suka Membaca


Liza dan donna suka membaca. Liza membaca betulan, sedangkan Donna saat ini bisanya baru "membaca".
Yang Liza baca antara lain: hasil ketikannya sendiri di komputer (yang telah kami print dan susun di ordner) dan buku-buku cerita yang sudah lama. Buku cerita yang sudah lama maksudnya buku yang sudah berkali-kali dibaca/dibahas, sehingga Liza tidak merasa "asing".
Tapi untuk buku-buku cerita baru dan buku-buku Donna (yang kebanyakan berbahasa Inggris) Liza sama sekali tidak tertarik. Butuh usaha keras agar Liza bersedia melihat buku baru dan butuh waktu beberapa lama agar menjadi familiar dengannya.
Tapi sudah beberapa bulan terakhir Liza menunjukkan ketertarikannya pada buku-buku baru atau buku-buku Donna yang disodorkan.
Awalnya, Donna suka sekali "membacakan"cerita untuk Liza (sebelum tidur,dan di mana pun mereka berada ketika mama/papanya sibuk), buku apa saja. Contohnya ketika kami sedang berada di toko buku dan mama/papanya sibuk memilih-milih buku. Liza terpaksa kami biarkan duduk menunggu di lantai. Melihat itu Donna berinisiatif mencomot buku yang menurut dia menarik (waktu itu dia ambil buku mewarnai).
Donna :"Cicik ini gambar em...?" (menunjuk gambar ember)
Liza :"..ber " (Liza cuma melihat selintas lalu memandang ke arah lain)
Donna :"Ini gambar me..?"
Liza :"..ja "
Begitulah, karena sering terjadi, lambat laun kekakuan Liza terhadap buku baru menjadi cair. Sekarang kalau Donna menyodorkan bukunya :" Cicik mau lihat buku Donna?" , maka Liza pun "bersedia" membolak-balik halaman demi halaman "barang baru" itu.
Bukan hanya itu. Liza pun jadi suka membaca tulisan-tulisan di tempat umum yang biasanya diabaikan (di supermarket misalnya). Atau mengamati koran yang sedang saya baca, ikut membaca judul-judulnya (yang tercetak besar dan tebal).
Waktu liburan lalu kami naik Skylift di Taman Mini, di dalam kereta gantung awalnya Liza bukannya melihat-lihat pemandangan tapi sibuk membaca aturan-aturan tertulis yang di cat di dalamnya. Ha ha ha...
Yah itulah salah satu miracle yang Tuhan berikan ke saya (lagi).

Tuesday, November 11, 2008

Libur Lebaran 4



Museum-museum di kota lama Jakarta


Setelah dari Museum Bahari kami menuju Museum Keramik dan Seni Rupa. Sebetulnya di sini ada pembuatan keramik yang dibimbing petugas,tapi pada saat kami ke sana petugasnya sedang tidak masuk. Jadilah Donna dan para sepupu bermain clay sendiri.

Tapi di sini, waduh.. banyak sekali nyamuknya


Lantas kami menyeberang jalan menuju Museum Sejarah Jakarta. Ramai sekali pengunjungnya.







Dan terakhir (karena hari sudah siang) kami mengunjungi Museum Wayang. Kaca-kaca di jendela depan ada beberapa yang pecah (seperti terlihat di dalam foto).


Sayang Museum di Indonesia belum terawat secara benar. Andaikan saja...